Mannequin

Posted: September 11, 2011 in Horor
Mannequin

Penerbit : Paradoks (Kompas Gramedia)

Mannequin

Rendi Suhandinata. Seorang kepala biro di sebuah instansi pemerintah, mati terbunuh secara misterius. Satu-satunya petunjuk yang ditemukan, hanyalah jejak berdarah sepatu wanita yang menjurus  ke sebuah lemari. Yang ketika dibuka, di sebelah dalamnya terlihatlah sebuah manekin atau boneka pop yang diam membeku. Dan tidak hanya sepatu. Bibir sensual manekin itu juga dibercaki darah yang DNA-nya sama dengan DNA korban.

Hal aneh lainnya, ahli forensik juga menemukan bukti  bahwa pop tersebut telah direkayasa sedemikian rupa agar mampu  bereaksi sesuai keinginan penciptanya, khususnya untuk bermain cinta di tempat tidur. Namun sebelum penelitian lebih lanjut sempat dilakukan, sang manekin mendadak lenyap dari rumahsakit tempatnya diotopsi.

Bursok, seorang polisi berdedikasi tinggi yang terkenal dengan penciuman serta mata elangnya yang tajam dan terkadang berbau supranatural, kemudian dihadapkan pada pembunuhan berantai yang luar biasa brutal.  Dan yang ia yakini  tidak hanya melibatkan sang manekin. Tetapi juga Rinda, saudara kembar Rendi yang sosok, penampilan maupun raut wajahnya bagai pinang dibelah dua dengan boneka pop yang raib dari rumahsakit tersebut.

On Line Sales

Posted: July 31, 2011 in On Line Sales

Pembelian buku dapat dilakukan secara on line melalui link-link berikut:

A. Horor

1. Misteri Perawan Kubur

2. Manusia Serigala

3. Misteri Kalung Setan

4. Misteri Sebuah Peti Mati 1

5. Misteri Sebuah Peti Mati 2

6. Misteri Lemari Antik

B. Roman

1. Beauty Affair

2. Stupid in Love

C. Buku yang ditandatangani penulis plus nama pembeli melalui:

1. Email : harahap.abdullah@yahoo.com

2. Hp. No. 08159952188

D.  Catatan

Buku akan dikirim setelah harga jual buku disertai ongkos kirim (dapat dilihat di internet) diterima oleh penjual.

Stupid in Love

Posted: July 31, 2011 in Roman
Tags: , ,
Stupid In Love

Penerbit : Pustaka Anggrek (Kelompok Galangpress)

Stupid in Love

Sang nenek sudah menasihati, “Jangan kembali ke kota, Cucuku. Kota akan membuat kau lalai dan lupa diri seperti ayah dan pamanmu. Ya Allah, Cucuku. Andai tak terlarang mengata-ngatai orang yang sudah mati, maulah rasanya aku mengutuk mereka berdua. Kalau tidak karena mereka, maka anakku satu-satunya yakni ibumu, tentulah masih hidup…!”

Akan tetapi Erika punya pandangan lain, dan lebih suka menurutkan kata hati. Yang berujung pada sebuah pertanyaan mengerikan dan ia tujukan pada kekasihnya tercinta, “Anak siapa sesungguhnya bayi yang kukandung, Alex?” Dan berakhir pada sebuah keputusan, “Baiklah. Karena itu yang kau inginkan, akan kugugurkan kandunganku sekarang juga. Dan semoga kematiannya ikut mengutuk dirimu sampai kau mati, sampai kau membusuk di neraka…!”

Lalu Erika menyambar jambangan bunga dari atas meja tamu, menghantamkannya ke tangan kursi yang ia duduki, dan dengan kecepatan yang nyaris tidak dapat ditangkap mata, ujung tajam pecahan jambang dari campuran kristal dan kaca itu ia hunjamkan dengan cepat dan kuat. Langsung ke lambung sendiri.

Semua berawal dari munculnya sosok-sosok tak dikenal dalam kegelapan, yang menari-nari liar, mengajak, mengundang, menghina, sekaligus menggoda…!

Beauty Affair

Posted: July 31, 2011 in Roman
Tags: ,
Beauty Affair

Penerbit : Pustaka Anggrek (Kelompok Galangpress)

Beauty Affair

Ida tidak saja cantik.

Ida juga seorang binaragawati top di kampus. Tak heran, ia bukan saja jadi rebutan, tetapi bahkan dijadikan taruhan oleh banyak mahasiswa pria.

Sayangnya, Ida tak dapat disentuh. Tapi Zain nekat menyentuh Ida. Dan dengan akal bulusnya, Zain berhasil memenangkan taruhan. Lebih dari itu, Zain pun berhasil menggaet Ida ke jenjang pelaminan. Lama kemudian barulah ia sadari, bahwa ada yang keliru dalam pilihan dan pandangan mereka berdua.

Susi yang memperlihatkan kekeliruan itu. Susi yang cantik dan sexy. Susi memang hanya seorang perempuan lugu, sederhana, dan bukan pula dari kalangan terhormat. Tetapi Susi juga seorang perempuan. Lengkap dengan impian-impiannya.

Impian seorang perempuan.

MLA

Penerbit : Paradoks (Kompas Gramedia)

Misteri Lemari Antik

Berurai air mata, Supardi meluruskan tegak pintu lemari di hadapannya. Kedua tangannya mencengkeram kuat sisi kiri dan kanan daun pintu. Lambat tapi pasti, ia mulai merasakan getaran hebat pada tangannya. Pintu lemari itu mendadak bagai ditarik tangan-tangan gaib, dibetot ke kiri-kanan, lalu ditekan dengan kuat dari atas. Namun Supardi tetap mempertahankannya sekuat tenaga, sampai bagian bawah daun pintu melesak beberapa inci ke dalam tanah.

Lalu tubuh Supardi mendadak terlempar oleh tamparan gaib yang keras dan menyakitkan. Meninggalkan pintu lemari yang tetap kokoh di tempat semula. Sinar mata cemerlang sosok Sukaesih pada ukiran di permukaan daun pintu telah berubah menjadi hitam kemerahan. Sinar kedengkian. Begitu pula senyum manis di bibir wanita itu, telah berubah menjadi seringai kejam yang menebarkan benih-benih kebencian!

Misteri Sebuah Peti Mati 2

Posted: May 21, 2011 in Horor
Misteri Sebuah Peti Mati 2

Penerbit : Paradoks (Kompas Gramedia)

Misteri Sebuah Peti Mati 2

Daerah luas dan dibatasi aliran sungai yang panjang melingkar itu tampak tak lebih dari dataran tandus tak berpenghuni. Tetapi dalam pandangan mata gaib Abimanyu, di dataran luas itu sesungguhnya tersembunyi bukit karang misterius, dikelilingi kubah gaib raksasa yang terus bergerak memutar sekaligus melindungi bukit karang tersebut dari pandangan dunia luar.

Abimanyu nekat memasuki tapal batas alam gaib dan alam nyata itu dengan melangkahkan kaki menembus dinding kubah raksasa. Ia langsung berhadapan dengan sosok-sosok misterius yang serempak merangsek dengan penuh kemarahan. Siap memangsa si pendatang tak diundang.

Linda, janda muda jelita dan cucu kesayangan Abumanyu seketika itu juga menerima pesan gaib dari sang kakek. Pesan yang tidak hanya menakutkan, tetapi juga memilukan hati. Pada waktu bersamaan, Bursok Sembiring juga mengalami hal mengejutkan dan tak kurang menakutkan. Ajun Komisaris Polisi yang orang Sibolangit itu mendadak merasa dirinya tidak hanya berubah menjadi orang yang haus berahi, tetapi juga haus darah!

manusia serigala

Penerbit : Paradoks (Kompas Gramedia)

Manusia Serigala

“Mia!” Sukiman menjerit. “Lakukanlah sekarang juga, Mia!”

Di liang lahat, Mia pelan-pelan merebahkan diri di sisi jenazah ibunya. Pipi jenazah itu ia usap dengan penuh kasih sayang, dan ia berkata penuh cinta, “Kita tidur, Ibu? Kita tidur yaa…?”

Sukiman tidak lagi mendengar apa yang diucapkan dan tidak tahan menyaksikan apa yang dilihatnya. Perasaan takut dan kalap telah menguasai dirinya sedemikian rupa. Ia cemburu setengah mati, tidak peduli kecemburuan itu ia tujukan pada seorang ibu. Dengan kemarahan membabibuta, Sukiman terjun ke liang lahat dan menghunjamkan mata lembing sampai tenggelam di lambung jenazah ibu Sumiati.

Dan tragedi mengerikan itu pun akhirnya terjadi.

Tragedi yang diawali oleh salah seorang anak buah Karaeng Galesung, kepala pasukan pelaut Makassar yang dahulu kala membantu Pangeran Trunojoyo mempertahankan Kerajaan Kediri dari serbuan pasukan VOC. Kecewa dan marah oleh pengkhianatan yang berakibat terbunuhnya Pangeran Trunojoyo, si pelaut Makassar melarikan diri sambil menuntut ilmu ke hutan perawan di kaki gunung Kawi. Malang menimpa, ia melakukan kesalahan fatal dan berbuntut kutukan yang di masa kini harus ikut diemban oleh Mia. “Hidup atau matilah sebagai serigala!”